Label

Minggu, 21 Juni 2015

JUAL GUPPY HALMOON
Lokasi Kediri Jawa Timur


Selasa, 01 Oktober 2013

JUAL OBAT TETES MATA MERK OTeM

OTeM adalah ramuan alami & Islami, yang digali dari Al Qur’an & Al Hadits, diramu dari bermacam-macam tumbuhan dari berbagai negara dan diadobsikan pada madu khusus.
Khasiat utama :
- Menyehatkan mata
- Meredakan peradangan mata
- Menormalkan mata (-) dan (+)
- Menerangkan penglihatan
- Membersihkan selaput mata/ Katarak

Dianjurkan pula bagi PENGGUNA KOMPUTER, PENGEMUDI, PENGENDARA SEPEDA MOTOR, PERENANG, KUTU BUKU, PEKERJA LAS, SERTA MEREKA YANG BEKERJA dengan konsentrasi mata tinggi.

PERHATIAN :

*Bagi pengguna kaca mata (lensa), gunakan kaca mata (lensa) pada saat diperlukan saja
*Untuk Sariawan / panas dalam, cukup teteskan beberapa tetes di mulut lalu biarkan cairan OTEM menyebar di rongga mulut
*Bila bayi atau anak Anda sakit cukup teteskan beberapa tetes di mulutnya. Insya Allah, hal ini akan lebih baik dibandingkan dengan mengobatinya dengan obat-obatan kimia sintesis, dan juga akan terasa lebih murah.

Minat silahkan SMS ke 085235388800 COD KEDIRI KOTA


Kisah Nyata Pengalaman Pengguna OTEM :

1. Suatu hari seorang anak muda datang dengan menggunakan kaca mata yang cukup tebal, ternyata penglihatan matanya sangat lemah yaitu MINUS 7, ada PLUS dan juga SILINDER. Setelah menggunakan OTEM kira-kira baru seminggu, pemuda tersebut datang dan mengeluh kalau kepalanya sering pusing. Kami menyarankan untuk memeriksakan matanya ke dokter mata.Setelah diperiksa ternyata minusnya berkurang 2 point sekarang jadi minus 5, karenanya kacamatanya sudah tidak cocok ladi.Setelah diganti kacamatanya sakit kepalanyapun hilang.

2. Seorang Bapak menderita katarak.Setelah menggunakan OTEM beberapa hari penglihatannya malah semakin gelap.Kami menyarankan agar Bapak tersebut sabar untuk menghadapi reaksi tersebut -insya Allah- hanya sementara. Reaksi tersebut sangat mengkhawatirkan Bapak tersebut dan hampir saja Bapak tersebut putus harapan. Alhamdulillah ternyata setelah berlalu kira-kira 2 minggu penglihatannya berangsur-angsur pulih dan kotoran putih yang menghalangi penglihatannya sedikit demi sedikit pudar seperti mengelupas. AllahuAkbar.

3. Seorang Bapak rumah tangga dari Pare Kediri punya ayam jago matanya terluka (tertusuk taji sewaktu bertarung). Karena luka di matanya semakin parah maka ayam tersebut tidak bisa melihat lagi. Bapak pemilik ayam tersebut mendengarkan tentang kemujaraban obat tetes mata OTEM , maka beliau mencoba untuk meneteskan pada mata ayamnya. Hasilnya dalam waktu tidak sampai satu bulan mata ayam sembuh dan sekarang sudah bisa melihat dengan normal.

4. Ada seorang Petani di Sukoharjo Tanggamus Lampung yang matanya tertusuk ilalang kira-kira 2 tahun yang lalu.Selama masa itu berobat ke dokter, walaupun menghabiskan banyak dana tapi kondisi matanya tetap saja selalu berair dan penglihatannya semakin lama semakin melemah.Melihat matahari pagi hari terasa silau yang sangat kuat dan sakit. Malam hari tidak bisa melihat jalan dengan jelas dan buta warna.Membaca Al-Qur’an yang tulisannya cukup besarpun terasa tidak jelas. Setelah mencoba OTEM baru satu minggu dengan dosis 2 x tetes sehari pagi dan malam sebelum tidur -Subhanallah- malam haripun sudah bisa melihat dengan jelas dan juga sudah mampu membedakan warna.

5. Ada seorang anak bayi kira-kira umur 1 tahun dari Kebon Nanas Jakarta menderita kanker otak, kepalanya membesar . Suatu hari anak ini menangis sepertinya kesakitan.Salah seorang sales kami melihat kejadian itu berinisiatif meneteskan OTEM ke mulut bayi tersebut . Dalam waktu sangat singkat bayi itupun tertidur dengan pulas.

6.Saya – Bapak Faishal- pernah mencoba untuk mengelas dengan las listrik.Setelah mengelas mata langsung berair terus dan terasa pedih dan agak membengkak bahkan dalam beberapa jam saja saya sudah tidak bisa membuka mata lagi karena sangat pedih bila dibuka.Segera malam hari itu saya teteskan OTEM -Alhamdulillah- pagi harinya saya sudah bisa bekerja seperti biasanya.

READY STOCK !!!

Senin, 26 Agustus 2013

IDE BISNIS KULINER RUMAHAN

SELAMAT DATANG !!!

Jenis usaha makin banyak model, macam, dan variasinya. Dalam rangka pengembangan usaha perlu memanfaatkan media sosial maupun media online untuk promosi. Maka saya akan membagi usaha yang lumayan mudah, enak, murah, dan menggiurkan.

CHECK THIS OUT!!!


KRAUKK menghadirkan layanan delivery makanan frozen seafood (premium quality) nomor 1 di Indonesia. Tak perlu lagi repot bila ingin makan olahan seafood enak, karena sekarang ada layanan pesan antar makanan frozen seafood yang siap mengantar makanan seafood olahan beku ala hotel bintang lima ke rumah Anda. Dapatkan penghasilan tambahan Jutaan Rupiah setiap bulan dengan mendaftar sebagai member, distributor, agen, atau drophipper disini ! Tentang Kraukk!
Kraukk.com didirikan dan dikelola oleh CV. Kraukk Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri dan jasa, khususnya industri makanan dan layanan cepat ekspedisi (city courier). Kraukk.com memiliki visi menjadi solusi utama keluarga Indonesia dalam memburu makanan siap saji yang sehat, cepat, dan berkualitas. Selain itu, Kraukk.com juga diprogram sebagai salah satu sarana bagi para profesional dan pebisnis online/offline untuk mencari penghasilan tambahan tanpa perlu berhenti bekerja. Dengan bergabung bersama kraukk.com Anda mendapat kesempatan meraih penghasilan tambahan hingga lebih dari 2 Juta setiap bulannya.


--------------------------------------------------------------
CV. Kraukk Indonesia
Jl. Raya Kostrad No. 01 Petukangan Utara Pesanggrahan
Jakarta Selatan - INDONESIA
Telp. (021)71559993, (021)94199441, Fax. (021)5849672
HP/SMS. 0818489767 , 0812.87801080

Minggu, 18 Agustus 2013

Daftar SubAgen ICE CREAM ESOCOOL Agen KEDIRI

Esocool adalah es krim nikmat yang cocok diminum untuk anak-anak,remaja dan orang dewasa. Nikmati kesegaran minuman serbuk Esocool. Diolah dengan bahan-bahan pilihan dalam aneka rasa. Dengan menggunakan water injection, es krim akan tersedia dengan cita rasa yang terjaga.
IJIN DARI DINAS KESEHATAN PIRT NO 6.09.3308.01.722 
*ESOCOOL tanpa bahan pengawet dan aman dikonsumsi siapa saja*
Ada 5 pilihan rasa ESOCOOL: COKLAT, STRAWBERY, VANILA, DURIAN, ANGGUR.

1. Paket Starter** Rp. 300.000,-
a. 1 Dus ESOCOOL (500sachet) 5 Rasa Rp. 135.000,-
b. 1 Sprayer + Jarum* Rp. 50.000,-
c. 1 GlueGun* Rp. 50.000,-
d. 5 Batang Lem Lilin (Kecil) Rp. 5.000,-
e. 2 Box Sterefoam* Rp. 50.000,-
f. 4 Sticker Produk* Rp. 10.000,-

2. Paket Usaha Small** Rp. 975.000,-
a. Kelengkapan Paket Starter Rp. 300.000,-
b. 5 Dus ESOCOOL 5 Rasa Rp. 675.000,-

3. Paket Usaha Booster** Rp. 2.975.000,-
a. Kelengkapan Paket Small Rp. 975.000,-
b. Freezer/Kulkas* Rp. 2.000.000,-

nb:
*   : Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan ketersediaan barang di market.
** : Harga paket belum termasuk ongkos kirim.

Pembayaran melalui :



Persiapan ICE CREAM ESOCOOL

1. Sachet dalam bentuk rentengan selanjutnya dipotong berdasar batas potong, lalu sisihkan serbuk pada salah satu sisi lipatan yg menghadap terbuka ke kanan;
2. Siapkan air mineral isi ulang atau ber merk untuk isian ESOCOOL;
3. Siapkan sprayer dan jarum yang telah dicuci dengan air hangat mendekati panas untuk membunuh bakteri;
4. Siapkan gluegun yg sudah diisi lem batangan dan colokan listrik.


Cara Membuat ICE CREAM ESOCOOL
1. Isikan sprayer dengan air mineral, lalu pompa hingga keras kompresinya;
2. Suntikkan air mineral kedalam sachet es yang sudah dikondisikan (lubang penyuntikan mendekati lipatan sachet yang terbuka menghadap ke kanan), agar terlihat utuh, rapi dan kuat;
3. Isikan air mineral hingga ¾ ukuran kemasan sachet, agar terlihat menarik (menggelembung);
4. Setelah terisi air, lubang bekas suntikan tadi dilem dengan lem batangan leleh panas sedikit saja, lalu tutup lipatan dan tekan-tekan;
5. Kemudian kocok-kocok perlahan serta tekan ujung sachet untuk menghindari serbuk yang menggumpal;
6. Sebelum dimasukkan ke freezer, cek kembali bekas pengeleman dengan menekan perlahan-lahan dan dikocok kembali agar tercampur sempurna;
7. Segera masukkan ke dalam freezer dan dinginkan minimal 4 jam hingga beku lalu disajikan.

Demikian daftar harga dan cara pembuatan ICE CREAM ESOCOOL semoga memberi inspirasi untuk berwirausaha dan membantu sodara-sodara kita menjadi pengusaha sukses. Atas perhatiannya manajemen mengucapkan banyak terima kasih. SALAM SUKSEEEESSS !!!!!

Daftar SubAgen Per 18 Agustus 2013
1. Bapak Anton Sujatmiko (wilayah pemasaran Plosoklaten, Kab. Kediri)
2. Ibu Dian Puspita Rini (wilayah pemasaran Ngasem, Kab. Kediri)
3. Ibu Ni'matul M (wilayah pemasaran Bago, Kab. Tulung Agung)
4. Ibu Nurul H (wilayah pemasaran Semen, Kab. Ponorogo)
5. Bapak Salim (wilayah pemasaran Paron, Kab. Kediri)
6. Ibu Damas (wilayah pemasaran Wlingi, Kab Blitar)
7. Bapak Iskandar (wilayah pemasaran Kertosono, Kab. Kediri)

Bagi anda yang berminat menjadi sub agen ESOCOOL silahkan hub nomor telepon 085235388800


Sabtu, 29 Juni 2013

Peluang Usaha Ice Cream ESOCOOL Wilayah Kota Kediri

ESOCOOL

Agen KOTA KEDIRI
Untuk Pengerajin Injection min pembelian 5 Dus @ 500 sachet.
Untuk Pemula cukup Rp. 300.000,- ( 1 dus 5 rasa, 2 box ice kecil, 1 sprayer + 1 jarum, 1 Gluegun + 5 lem batangan + 4 sticker produk)

1 dus @ Rp. 135.000
free ongkir dalam kota
hak jual wilayah dagang

varian rasa : COKLAT, VANILA, STRAWBERRY, ANGGUR, DURIAN

Minat? Mau coba2 aja?? Mengapa tidak... Bisa buat sampingan di rumah daripada nganggur..hehehe..
Ayo buruan raih kesempatan ini !!!

Bisa SMS, Whatsapp, LineChat, WeChat
Fast Respon >> 085235388800

SALAM SUKSES!!!

Pembayaran melalui




CONTOH PERHITUNGAN MENJADI SUB AGEN ESOCOOL ICE CREAM

Perhitungan:
* 1 Dus isi 500 shacet harga @ Rp.135.000
* Harga/sachet Rp.400
* Harga jual eceran ke Konsumen Rp.1000
* Harga jual pedagang Rp.800
* laba/sachet Rp.800 -Rp.400= Rp.400

Biaya Operasional Per Bulan
* 1 buah freezer isi 500 sachet
* Rp.400 x 500 sachet x 26 hari = Rp 5.200.000 ( Misal dijual ke 10 sekolah SD/SMP per hari )
* Biaya listrik Rp. 500.000,-
* Biaya transportasi 1 bulan Rp.1.000.000,-
* laba : (Rp.5.200.000– Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 )= Rp.3.700.000

LABA BERSIH PER BULAN DENGAN USAHA SAMPINGAN MENJADI SUB AGEN ES ESOCOOL Rp. 3.700.000

Link Tutorial     >>> http://goo.gl/DNp27M
Link Agen        >>> http://goo.gl/8aQU1D
Link FansPage >>> http://goo.gl/3Y9Wgg



Rabu, 08 Mei 2013

Proposal Unilever



A.    RASIONAL
Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai visi baru pembangunan kesehatan sejak tahun 1999 lalu. Rumusan ini menginginkan pada tahun 2010 kelak bangsa Indonesia sudah akan hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta dapat memilih, menjangkau dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan berkeadilan sehingga memiliki derajad kesehatan yang optimal.
            Langkah besar bangsa Indonesia dalam meluruskan kembali arah pembangunan nasional pada tiga dasawarsa ini menuntut reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang. Dalam bidang kesehatan, tuntutan reformasi tersebut muncul karena masih adanya kesenjangan hasil pembangunan kesehatan, derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal dengan negara – negara lain, dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. Selain itu, tuntutan reformasi kesehatan sangat diperlukan mengingat adanya fenomena-fenomena baru yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan kesehatan, yaitu:
1.      Perubahan-perubahan mendasar pada dinamika kependudukan yang mendorong terjadinya transisi demografis dan transisi epidemiologis.
2.      Temuan-temuan substansial dalam ilmu dan teknologi kedokteran telah membuka cakrawala baru dalam memandang proses hidup dan kehidupan, konsep sehat-sakit dan kematian.
3.      Tantangan global sebagai akibat perdagangan bebas, revolusi di bidang Informasi, telekomunikasi dan transportasi
4.      Perubahan lingkungan yang secara langsung sangat berpengaruh terhadap derajat dan upaya kesehatan.
5.      Demokratisasi disegala bidang menuntut pemberdayaan dan kemitraan dalam upaya pembangunan kesehatan.
Untuk itulah, agar dapat meningkatkan daya tangkal dan daya juang pembangunan kesehatan, maka tinjauan kembali terhadap kebijakan pembangunan kesehatan sudah merupakan suatu keharusan. Dengan adanya perubahan pemahaman akan konsep sehat-sakit, dan semakin kayanya kasanah keilmuan tentang determinan penyakit yang multifaktorial mengharuskan kita untuk meninjau kembali dan merubah paradigma pembangunan kesehatan yang hanya mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif dengan paradigma pembangunan kesehatan baru yaitu paradigma sehat.
Paradigma sehat tersebut merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
Dusun Toyomerto merupakan sebuah dusun yang berada di lereng Gunung Panderman, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Dusun  ini memiliki sebuah komoditas peternakan yaitu susu perah dan perkebunan yaitu sayur manisah/ jepan/ bludru/ gondes (masyarakat sekitar menyebutnya),  yang menjadi mata pencaharian dan penghidupan perekonomian masyarakat sekitar.
Bersih merupakan sesuatu kondisi yang bebas dari kotor, tidak menimbulkan penyakit, dan memiliki pola hidup sehat. Sesuatu yang bersih berasal dari diri sendiri yang memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan nantinya secara otomatis lingkungan tempat tinggal juga akan bersih.
Kondisi lingkungan masyarakat pegunungan yang kurang tertata dan terkesan kumuh, kandang sapi yang berada di dekat rumah bahkan dekat dengan MCK warga menimbulkan sarang penyakit dan tumbuh kembangnya kuman. Warga masyarakat  masih belum memiliki kepedulian terhadap masalah kebersihan lingkungan yang menjadi permasalahan mendasar bagi masyarakat yang sampai saat ini masih belum terealisasikan penanganannya.
Balita dan anak usia sekolah dasar masih belum mengerti akan kebersihan diri dan lingkungan sehingga tubuh kurang terawat dan banyak yang sakit. Hal ini terlihat dari ketidakhadiran siswa di sekolah setiap harinya. Oleh sebab itu perlu kesadaran dari tiap individu untuk membuat sebuah pola hidup sehat mulai dari keluarga, sahabat, tetangga, dan masyarakat.
Berdasarkan kenyataan tersebut bisa dikatakan lingkungan masyarakat Dusun Toyomerto Desa Pesanggrahan Kota Batu  termasuk dalam kategori lingkungan kumuh dan warga masyarakatnya masih kurang memiliki kepedulian akan kebersihan diri dan lingkungannya.
Kami mengharapkan agar PT. Unilever Indonesia, Tbk dapat menjadi sponsor utama yang nantinya dapat memberikan bantuan kepada Panitia Mahasiswa KKN UM di SDN Pesanggrahan 02 yang membuat program tentang kebersihan dan kesehatan dengan mengusung misi dan visi William Hesketh Level yaitu “Menciptakan tempat tinggal bersama yang bersih, mengurangi beban kerja untuk wanita, meningkatkan kesehatan dan meningkatkan daya tarik pribadi, hidup lebih menyenangkan dan berarti bagi mereka yang menggunakan produk-produk kami”.

B.     TUJUAN
Berdasarkan rasional diatas, tujuan umum dari pembuatan proposal ini adalah menciptakan pola hidup yang bersih dan sehat bagi seluruh warga. Sedangkan tujuan khusus sebagai berikut:
1.      Menanamkan perilaku bersih kepada siswaSDN Pesanggrahan 02.
2.      Menciptakan kesadaran siswa untuk hidup sehat di SDN Pesanggrahan 02.
3.      Menciptakan lingkungan sekitar SDN Pesanggrahan 02 menjadi bersih dan indah.

C.    DESKRIPSI OBYEK
SDN Pesanggrahan 02 memiliki sekitar  ±110 siswa tersebar dalam 6 kelas yang mayoritas adalah anak-anak penduduk yang lokasi tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah. Dari rasional diatas dapat ditarik sebuah problem dimana kebersihan siswa baik dirumah maupun dilingkungan masyarakat kurang mendapat perhatian yang serius sehingga banyak kotoran hewan yang mengotori jalan desa dan selokan warga.
Dana yang akan dibutuhkan sekitar  Rp. 15.000.000, 00 yang akan digunakan untuk melakukan pembersihan lokasi dan pengadaan alat kebersihan. Karena disekolah tidak ada wastafel sederhana yang dapat digunakan siswa untuk mencuci tangan sebelum atau sesudah melakukan aktivitas. Oleh sebab itu perlu adanya  wastafel untuk tempat cuci tangan, sehingga dapat diupayakan siswa tetap bersih dan akan melakukan kebiasaan membasuh tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di rumah atau di lingkungan masyarakat.

D.    TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan yang diangkat adalah “ PENINGKATAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN PESERTA DIDIK BAIK DI SEKOLAH MAUPUN DI RUMAH”.
 
E.     WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 2 tahap:
Tahap pembangunan pada:
Hari                       : Sabtu
Tanggal                 : 12 Juli 2010 sampai 18 Juli 2010
Tempat                  : SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu Tahap launching, pada:
Hari                       : Sabtu
Tanggal                 : 24 Juli 2010
Waktu                   : 09.00 – Selesai.
Tempat                  : SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu
Sasaran                  : Siswa dan Wali murid SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu

F.     Materi
1.      Cara memulai hidup bersih dan sehat
2.      Cara mencuci tangan yang baik
3.      Cara merawat dan kebersihan badan

G.    Panitia pelaksana
(terlampir)

H.    Anggaran dana
(terlampir)

I.       Kompensasi
(terlampir)

J.      Contact Person (CP)
(terlampir)

K.    Penutup
Demikian proposal ini kami susun sebagai sumber informasi dan acuan pelaksanaan kegiatan PENINGKATAN KESEHATAN DAN KEBERSIHAN PESERTA DIDIK SDN PESANGGRAHAN 02 KOTA BATU.Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Pesanggrahan khususnya dan bagi pihak-pihak yang berkepentingan pada umumnya.



                     Hormat Kami,
                     KetuaPanitia


         Putra Endasanto Wedhar Senle
                NIM. 107131406905


Rabu, 19 September 2012

Acara Wisuda Semester Gasal 2011/2012

hai bro n sista... ini akuh yg lagi difoto (sebelah kanan anda)..hehehehe... selama kuliah baru kemaren wisuda bisa berjabat tangan dengan Bapak Rekto UM...hehehe.....

Penulisan KTI Bagi Guru Gol IV



PENILAIAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU

GOLONGAN IV


Pendahuluan

Sesuai dengan Keputusan Menpan No. 84/1993 tanggal 24 Desember 1993, seorang guru yang sudah menduduki jabatan Guru Pembina golongan ruang IV/a ke atas untuk dapat naik jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi, dipersyaratkan memenuhi angka kredit mInimal sejumlah 12 (dua belas) dari unsur Pengembangan Profesi. Salah satu kegiatan dari unsur tersebut adalah penyusunan karya ilmiah.
Karya tulis yang diajukan harus mendapat pengesahan dari:

1.       Kepala Sekolah yang bersangkutan yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut bermanfaat untuk kemajuan dalam bidang pendidikan terutama sekolahnya.

2.       Petugas perpustakaan sekolah yang mengesahkan bahwa karya ilmiah tersebut sudah di daftar (registrasi) di perpustakaan sekolah disertai tanggal dan nomor registrasi serta di tanda tangani petugas.

3.       Organisasi profesi yang ikut menyetujui bahwa karya ilmiah tersebut telah memenuhi persyaratan untuk diusulkan sebagai kelengkapan kenaikan pangkat ke jabatan Guru Pembina Tk.I golongan ruang IV/b. Salah satu organisasi profesi yang dapat mengesahkan adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten/Kota.
 Sehubungan dengan hal tersebut maka para guru perlu memahami dengan benar semua tata tertib dan persyaratan yang diperlukan agar karya ilmiahnya dapat lulus dalam penilaian.

A. KARYA TULIS ILMIAH DI BIDANG PENDIDIKAN

Ada 5 (lima) macam kegiatan pengembangan profesi, yaitu:
a)      Menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI)
b)      Membuat alat peraga/bimbingan
c)      Menemukan teknologi tepat guna
d)     Menciptakan karya seni
e)      Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum

Pada lampiran Keputusan Menpan No.84/1993 tanggal 24 Desember 1993, KTI di bidang pendidikan dikelompokkan sebagai berikut:
1.       KTI hasil penelitian, pengkajian, survei, dan atau evaluasi di bidang pendidikan
2.       Karya tulis atau makalah berisi tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang pendidikan.
3.       Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang  disebarluaskan melalui media massa.
4.       Prasaran yang berupa tinjauan, gagasan, atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah.
5.       Buku pelajaran atau modul
6.       Diktat pelajaran
7.       Karya penerjemahan buku pelajaran/karya ilmiah yang bermanfaat bagi  pendidikan.
 
Menurut Prof.Dr.Ir.Suhardjono,M.Pd. Dipl HE, KTI harus “APIK”, yaitu:
A: Asli (karya sendiri)
     Perlu dipertanyakan bila:
a.       lingkup terlalu luas
b.      waktu kegiatan terlalu singkat
c.       disiplin keilmuan berbeda
d.      terdapat banyak kekeliruan, ketidak cocokan, dll.
P: Perlu (baca latar belakang masalah)
    Perlu dipertanyakan bila:
a.       tidak jelas alasannya
b.      tidak menunjukkan kegiatan professional nyata penulis
c.       yang dipermasalahkan hal-hal yang sama , misal hubungan sikap dengan nilai matematika, nilai biologi, nilai dst… dilakukan oleh penulis dan subyek yang sama
I: Ilmiah
   Bisa dilihat pada daftar isi:
a.       masalahnya jelas
b.      konsep teori dan faktanya ada
c.       uraian bahasan dan kesimpulannya bernalar.
K: Konsisten
   Bila bidang teknologi pembelajaran, tentunya juga memermasalahkan teknologi  
   Pembelajaran.
   KTI di bidang pendidikan: pembelajaran, bimbingan konseling, administrasi pendidikan.

Suatu karya tulis disebut KTI apabila minimal memenuhi 3 syarat, yaitu:
  1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
  2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode(berpikir) ilmiah.
  3. Sosok tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok (wujud fisiknya) tulisan keilmuan
 Kegiatan ilmiah sangat banyak, namun ada 3 macam kegiatan ilmiah dasar yakni   berupa:
  1. penelitian (research)
  2. pengembangan (development)
  3. penilaian atau kegiatan evaluasi (evaluation)
 Ketiga kelompok kegiatan itu dilakukan proses kerja ilmiah dengan ciri  digunakannya metode kelimuan yang nampak melalui adanya:
  1. argumentasi teoritik yang benar, sahih, dan relevan;
  2. dukungan fakta empirik; dan
  3. analisis kajian yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.
B. SEPULUH LANGKAH DALAM MENILAI KTI DAN PEROLEHAN ANGKA   KREDITNYA

Ada 10(sepuluh) langkah dalam menilai KTI, yaitu:
1.       Siapkan KTI
2.       Identifikasikan nama penulis dan judul KTI
3.       Lihat judul dan daftar isi apakah KTI termasuk di bidang pendidikan, kemudian macam KTI
     Bila berupa skripsi, tesis, disertasi, persyaratan guru berprestasi maka KTI belum dapat dinilai. Penilaian selesai dan KTI dikembalikan.
4.       Bila isi KTI sesuai di bidang pendidikan maka bisa dilanjutkan ke langkah 5, bila belum selesai/lengkap maka dikembalikan dengan diberi saran.
5.       Dinilai kesesuaian macam KTI dengan definisinya, jika sesuai lanjut ke langkah 6 dan bila belum sesuai tulis saran untuk dikembalikan.
6.       Dinilai bukti fisik KTI yang diajukan, jika sesuai lanjut ke langkah 7 dan bila belum sesuai tulis saran untuk dikembalikan.
7.       Dinilai sosok tampilan (kerangka isi, metodologi, format, dll.) sesuai dengan kriteria suatu tulisan keilmuan. Jika sesuai lanjut ke langkah 8 dan bila belum sesuai tulis saran untuk dikembalikan.
8.       Dinilai sepintas isi KTI apakah sudah sesuai dengan kriteria jenis KTI. jika sesuai lanjut ke langkah 9 dan bila belum memadai tulis saran untuk dikembalikan.
9.       Menarik kesimpulan, menulis nilai yang diperoleh jika memenuhi persyaratan.
10.   Menulis nama NIP, golongan ruang penilai serta tanggal dan ditandatangani

Macam KTI dan perolehan angka kreditnya

1)   KTI hasil penelitian, pengkajian, survei, dan atau evaluasi di bidang pendidikan
      dipublikasikan dalam bentuk:
a)      buku (a.k. 12,5/buku)
b)      dalam majalah ilmiah (a.k. 6/karya)
        tidak dipublikasikan, tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam   bentuk:
a)      buku (a.k. 8/buku)
b)      makalah (a.k. 4/karya)
2)  Karya tulis atau makalah berisi tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri  dalam bidang pendidikan dipublikasikan dalam bentuk:
a)      buku (a.k. 8/buku)
b)      makalah (a.k. 4/karya)
        tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam   bentuk:
a)      buku (a.k. 7/buku)
b)      makalah (a.k. 3,5/karya)
3) Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang   disebarluaskan melalui media massa (a.k. 2/tulisan)
4)  Prasaran yang berupa tinjauan, gagasan, atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (a.k. 2,5/makalah)
5)      Buku pelajaran atau modul bertaraf:
a)      nasional (a.k. 5/buku)
b)      provinsi (a.k. 3/buku)
6)   Diktat pelajaran (setiap diktat a.k. 1)
7)   Karya penerjemahan buku pelajaran/karya ilmiah yang bermanfaat bagi 
      pendidikan, tiap buku karya terjemahan a.k. 2,5 /karya.
C. HAL-HAL PENTING DAN PERLU MENDAPATKAN PERHATIAN DALAM PENGAJUAN KTI

1. Tugas utama guru adalah melakukan kegiatan pembelajaran, yaitu:
a. Membuat program/rencana pembelajaran
b. menyajikan, dan
c. mengevaluasi
Ada fakta yang dapat diubah oleh guru dan tidak dapat diubah oleh guru.
Fakta yang dapat diubah oleh guru adalah:
a.       rancangan pelajaran
b.       sajian pembelajaran
c.       evaluasi proses dan hasil belajar
Fakta yang tidak dapat diubah oleh guru adalah:
a.       latar belakang siswa (IQ, sosial ekonomi, jenis kelamin, orang tua, suku)
b.       kondisi lingkungan, gaji guru, tujuan mata pelajaran
     KTI yang dibuat harus menunjukkan usaha yang dilakukan oleh guru sesuai
     dengan kapasitasnya.

2.  Sebaiknya KTI disesuaikan dengan jenis guru
a.       Guru kelas dapat menulis untuk semua mata pelajaran atau
       bimbingan konseling
b.   Guru SLTP/SMA/SMK membahas sesuai mata pelajaran yang diajarkan
c.   Untuk kepala sekolah masih dapat membahas manajemen sekolah

3. Yang terpenting di dalam penulisan KTI adalah adanya usaha (action) guru sekaligus dapat membuktikan sajian data tentang peningkatan perolehan hasil pembelajaran antara sebelum dan sesudah diadakan tindakan guru.
      Hal ini harus nampak pada waktu:
a.       pengajuan permasalahan
b.      penulisan landasan teori
c.       pemecahan masalah
d.      penarikan kesimpulan

4. Hal lain yang perlu ada yaitu:
a.       Halaman pengesahan dari Kepala Sekolah, Petugas Perpustakaan dan Organisasi Profesi
b.      Daftar isi
c.       Pendahuluan berisi permasalahan
d.      Kajian teori dari buku referensi
e.       Pemecahan masalah, action guru
f.       Lampiran
g.      Daftar Pustaka

Penutup

Dengan mempelajari dan memahami uraian tentang pengembangan profesi guru dan angka kreditnya diharapkan semua guru dapat termotivasi untuk melakukannya. Untuk merealisasi hal tersebut dibutuhkan ketekunan dan punya komitmen untuk mewujudkannya.


ALASAN PENOLAKAN KTI PENGEMBANGAN PROFESI GURU
1. Berupa skripsi/tesis/disertasi (sudah dinilai dalam unsur pendidikan)

2. KTI diragukan keasliannya:
 a. terdapat bagian tulisan, atau petunjuk lain yang menunjukkan bahwa
  karya tulis itu merupakan skripsi, penelitian, atau karya tulis orang lain,
  yang dirubah disana-sini dan digunakan sebagai KTI-nya;
    b. terdapat petunjuk adanya lokasi dan subyek yang tidak konsisten;
    c. terdapat tanggal pembuatan yang tidak sesuai;
    d. terdapat berbagai data yang tidak konsisten,  tidak akurat;
    e. waktu pelaksanaan pembuatan KTI yang kurang masuk akal;
    f. adanya kesamaan isi, format, gaya penulisan yang sangat mencolok dengan
        KTI yang lain;
    g. penyusunan KTI yang berbentuk penelitian, pengembangan dan  evaluasi
      diselesaikan/ dihasilkan lebih dari 2 judul dalam setahun
3. Karya tulis sudah kadaluarsa (disusun sebelum berlakunya PAK terakhir)
4. Pengesahan
    a. tidak ada pengesahan kepala sekolah guru ybs.bahwa karya tulis tersebut
        adalah benar karya guru yang bersangkutan.
    b. pengesahan ada, tetapi bukan oleh pejabat yang berwenang.

5. Karya ilmiah yang disusun bukan di bidang pendidikan.

6. Penulisan makalah tidak jelas apakah laporan penelitian atau tulisan ilmiah
    hasil tinjauan, ulasan, gagasan sendiri.

7. Penyusunan karya ilmiah belum menggunakan proses berpikir keilmuan (ada
    masalah, kajian teori, metodologi,data, analisis, kesimpulan dan saran/
    rekomendasi).

8. Karya ilmiah yang disusun belum atau tidak menggunakan format yang
    lazim dalam penulisan ilmiah.
9. Masalah:
a.   yang dikaji terlalu luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berberkaitan dengan upaya pengembangan profesi penulis;
    b. yang ditulis tidak menunjukkan adanya kegiatan nyata penulis dalam
        peningkatan/ pengembangan profesi;
    c. tulisan yang diajukan tidak termasuk jenis KTI yang memenuhi syarat
       untuk  dapat dinilai sesuai Kepmendikbud No. 025/0/1995.
10.  Kajian teori:
       a. tidak relevan dengan judul/permasalahan yang dikaji;
       b. terlalu luas, belum mengarah terhadap hal-hal yang dipermasalahkan;
       c. sangat sederhana, belum tampak wacana keilmuannya.

11. Kajian fakta tidak/belum relevan dengan permasalahan yang dikaji.
12. Upaya pemecahan masalah pada KTI berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil 
      gagasan sendiri tidak sesuai dengan permasalahan yang diajukan.
13. Metode penelitian belum sesuai dengan kaidah penulisan KTI (tujuan
      khusus,tempat, waktu, ruang lingkup penelitian, populasi, sampel penelitian,
      teknik sampling, metode pengumpulan/pengolahan data, dan analisa data).
14. Isi pembahasan karya ilmiah belum memuat gagasan penulis.
15. Data yang disajikan kurang lengkap.
16. Instrumen tidak dilampirkan/ tidak lengkap/ tidak sesuai.
17. Analisis data tidak mengkaitkan kajian teori dengan data yang disajikan
      atau analisis data tidak sesuai dengan metode analisis data yang dipilih dalam
      metode atau permasalahan yang dirumuskan dalam latar belakang/
      pendahuluan.
18. Isi tulisan ilmiah pada Bab I dengan Bab-bab selanjutnya tidak konsisten/ 
      tidak ada kesesuaian/ tidak seimbang.

19. Kesimpulan dan saran tidak sesuai dengan alur berpikir pada Bab-bab
      selanjutnya.

20. Rekomendasi belum menunjukkan manfaat yang nyata bagi dunia
      pendidikan.

21. Diktat tidak sesuai dengan tugasnya/ kualifikasi pendidikan/ pedoman
      penulisan yang berlaku.




22. Buku:
      a. belum mendapat pengesahan dari Dirjen Dikdasmen (taraf nasional);
      b. belum mendapat pengesahan dari Kepala Dinas Pendidikan di Prov.
         (taraf provinsi).
23. Alat peraga, pada latar belakang belum dikemukakan rumusan
      permasalahan,  manfaat alat peraga, langkah- langkah pembuatan, langkah-
      langkah penggunaan, dan kesimpulan, serta lampiran yang relevan (bila ada)
24. Terjemahan:
      a. substansi di luar bidang pendidikan/ tidak bermanfaat dalam
         pembelajaran/  tidak utuh;
      b. belum ada keterangan dari Kepala Sekolah yang menjelaskan manfaat
          karya terjemah an tersebut.

25. Lainnya (dirumuskan sendiri oleh penilai, tetapi tetap mengacu pada
      Kepmendikbud No. 025/O/1995);