Label

Selasa, 24 Januari 2012

SUPERVISI KLINIS


1. Konsep dasar supervisi klinis
Sumber :La Sulo.Pendekatan dan Teknik-Teknik supervisi klinis.1984.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DIRJEN Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Jakarta

A Pengertian Supervisi Klinis
1) Menurut K.A. Acheson dan M.D Gall
Supervisi klinis adalah suatu model supervisi yang mengandung tiga fase yakni pertemuan perencanaan, observasi kelas, dan pertemuan balikan.
2) Kesimpulan dari para pendapat di atas tentang pengertian supervisi klinis  adalah satu proses pembimbingan dalam mengelola proses belajar mengajar (mengajar) yang bertujuan membantu pengembangan professional calon guru khususnya dalam penampilan mengajar, berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar  tersebut.

a. Ciri-ciri
Pembimbingan yang dilaksanakan supervisor kepada guru (calon guru) bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi sehingga prakarsa dan tanggung jawab ada di tangan guru
Hal penting yang perlu dilakukan oleh supervisor adalah bagaimana meningkatkan prakarsa guru agar senantiasa mau meningkatkan kemauan mengajarnya, agar semakin lama kemampuannya semakin meningkat
Jenis kemampuan yang akan ditingkatkan haruslah didasarkan pada usul yang diajukan oleh guru, dikaji oleh supervisor dan guru, untuk dijadikan kesepakatan semacam kontrak latihan
Berdasarkan analisis kelebihan dan kelemahan yang dilakukan oleh guru, maka guru menentukan kemampuan apa yang masih perlu di tingkatkan. Dengan demikian gutu berusaha untuk mengusulkan kepada supervisor tentang bantuan yang dibutuhkannya.
Sasaran supervise klinis hanya dibatasi pada beberapa ketrampilan atau kemampuan tertentu saja. Di kelas guru mengetrapkan berbagai ketrampilan, berbagai metode, berbagai media sesuai secara terintegrasi, namun untuk meningkatkan kemampuan guru perlu ditekankan pada aspek tertentu. Hal ini dimaksudkan agar perilaku guru mudah diamati oleh supervisor secara cermat dan diberikan balikan secara tepat.
Instrumen obeservasi di pilih dan di kembangkan bersama antara guru dan supervisor sesuai dengan kontrak kedua belah pihak
Balikan terhadap kegiatan mengajar guru diberikan segera setelah pengamatan dilakukan supervisor.
Meskipun supervisor telah menganalisis  dan menginterpretasi data yang direkam oleh instrument observasi, tetapi dalam diskusi balikan calon guru diminta terlebih dahulu menganalisis penampilannya.
Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan dari pada memerintah/ mengarahkan.
Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka.
Supervisi berlangsung dalam siklus yang meliputi perencanaan, observasi, dan diskusi balikan
Supervisi klinis dapat dipergunakan untuk pembentukan/ peningkatan dan perbaikan ketrampilan mengajar ; pihak lain, dipakai untuk konteks pendidikan pra-jabatan maupun dalam jabatan.

b. Prinsip-prinsip
Mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab calon guru
Hubungan supervisor dan calon guru adalah hubungan kolegial (yang sederajat ) dan interaktif
Demokratik : kedua pihak berhak mengemukakan pendapat secara bebas, tetapi keduanya juga berkewajiban mengkaji pendapat pihak lain untuk mencapai kesepakatan
Sasaran supervisi terpusat pada kebutuhan  dan aspirasi calon guru, serta dalam kawasan (ruang lingkup) penampilan calon guru secara actual di kelas
Balikan diberikan dengan segera  dan sesuai dengan kontrak
Supervisi bersifat bantuan dengan tujuan peningkatan kemampuan mengajar dan sikap professional
Pusat perhatian pada suatu latihan tertentu hanya pada beberapa ketrampilan mengajar.
.
B. Menurut  buku Dra. Maisyaroh konsep supervisi klinis adalah :
Sumber : Maisaroh.Supervisi klinis.2004.UM.Malang.
1. Pengertian Supervisi Klinis :
Suatu bentuk bantuan professional yang diberikan supervisor kepada calon guru atau guru berdasarkan kebutuhannya melalui siklus yang sistematis dalam perencanaan, pengamatan yang cermat, dan pemberian balikan yang segera secara objektif tentang penampilan pengajarannya yang nyata untuk meningkatkan ketrampilan mengajar dan sikap profesionalnya (Herijono dkk, 1996).
2. Tujuan Supervisi Klinis :
Membantu guru meningkatkan kemampuan mengajarnya, terutama  kepercayaan atas kemampuannya serta kemampuan menerapkan ketrampilan dasar mengajar
  Memberi balikan yang objektif atas perilaku guru dalam mengajar di kelas
  Membantu guru menganilisis, mendiagnosis serta mencari alternative pemecahan masalah yang dihadapi guru di kelas
  Membantu guru meningkatkan kemampuan dan sikap positifnya secara   terus menerus dan berkelanjutan
  Sebagai dasar menilai kemampuan guru dalam rangka promosi jabatan atau pekerjaannya
3. Ciri-ciri Supervisi Klinis
Pembimbingan yang dilaksanakan supervisor kepada guru (calon guru) bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi sehingga prakarsa dan tanggung jawab ada di tangan guru
Hal penting yang perlu dilakukan oleh supervisor adalah bagaimana meningkatkan prakarsa guru agar senantiasa mau meningkatkan kemauan mengajarnya, agar semakin lama kemampuannya semakin meningkat
Jenis kemampuan yang akan ditingkatkan haruslah si dasarkan pada usul yang diajukan oleh guru, dikaji oleh supervisor dan guru, untuk dijadikan kesepakatan semacam kontrak latihan
Berdasarkan analisis kelebihan dan kelemahan yang dilakukan oleh guru, maka guru menentukan kemampuan apa yang masih perlu di tingkatkan. Dengan demikian gutu berusaha untuk mengusulkan kepada supervisor tentang bantuan yang dibutuhkannya.
Sasaran supervise klinis hanya dibatasi pada beberapa ketrampilan atau kemampuan tertentu saja. Di kelas guru mengetrapkan berbagai ketrampilan, berbagai metode, berbagai media sesuai secara terintegrasi, namun untuk meningkatkan kemampuan guru perlu ditekankan pada aspek tertentu. Hal ini dimaksudkan agar perilaku guru mudah diamati oleh supervisor secara cermat dan diberikan balikan secara tepat.
Instrumen obeservasi di pilih dan di kembangkan bersama antara guru dan supervisor sesuai dengan kontrak kedua belah pihak
Balikan terhadap kegiatan mengajar guru diberikan segera setelah pengamatan dilakukan supervisor.
4. Prinsip-prinsip pelaksanaan supervisi klinis :
Hubungan guru dengan supervisor lebih bersifat interaktif dari pada direktif. Hubungan interaktif ini menunjukkan adanya hubungan kolegial yang sederajat antara guru dan supervisor
Penentuan tindakan dilakukan secara demokratik. Keterbukaan kedua belah pihak (guru dan supervisor) sangat ditekankan. Keduanya berhak mengemukakan pendapat yang akhirnya dicari kesepakatannya
Terpusat pada guru. Prinsip ini menekankan prakarsa dan tanggung jawab guru, terutama dalam pengambilan keputusan tentang focus kegiatannya
Sasaran supervisi terpusat pada kebutuhan dan aspirasi guru serta tetap dalam ruang lingkup penampilan guru dalam mengajar di kelas. Dengan demikian maka manfaat supervisi klinis betul-betul dirasakan guru
Pemberian balikan didasarkan pada rekaman data yang cermat sesuai dengan kontrak serta dilakukan segera setelah observasi kelas
Supervisi bersifat bantuan, bukan instruksi, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mengajar dan pembentukan sikap profesional
Pusat perhatian dalam kegiatan nelajar mengajar hanya pada beberapa ketrampilan mengajar sesuai dengan kontrak yang telah dibuat bersama
C. Menurut buku TIM Dosen AP FIP konsep supervisi klinis  adalah :
Sumber : Burhanuddin,Supervisi Pendidikan dan Pengajaran.2007.UM.Malang

1. Pengertian supervisi :
Bantuan yang diberikan kepada seluruh staf untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Bantuan yang diberikan, baik teknis administratif, maupun teknik edukatif. Bantuan diberikan secara sistematis, demokratis, koperatif, konstruktif, dan kreatif.
2. Fungsi supervisi :
Mengkoordinir semua usaha sekolah
Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
Memperluas pengalaman guru
Menstimulir usaha-usaha yang kreatif
Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus
Menganalisis situasi belajar mengajar
Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada setiap anggota staf
Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru
3. Tujuan Supervisi Klinis :
Membantu guru meningkatkan kemampuan mengajarnya, terutama  kepercayaan atas kemampuannya serta kemampuan menerapkan ketrampilan dasar mengajar
Memberi balikan yang objektif atas perilaku guru dalam mengajar di kelas
Membantu guru menganilisis, mendiagnosis serta mencari alternative pemecahan masalah yang dihadapi guru di kelas
Membantu guru meningkatkan kemampuan dan sikap positifnya secara   terus menerus dan berkelanjutan
Sebagai dasar menilai kemampuan guru dalam rangka promosi jabatan atau pekerjaannya


4. Sasaran supervisi :
Menurut pendapat penulis sasaran operasional secara konsepsional, sasaran supervisi di sekolah adalah situasi pedidikan disekolah. Lebih terbatas lagi situasi belajar mengajar yang baik. Situasi belajar mengajar dalam arti luas. Dalam menganalisis situasi belajar mengajar yang kompleks itu harus diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi situasi belajar mengajar itu.
D. Menurut buku Drs. M. Ngalim Purwanto, MP  konsep supervisi klinis  adalah :

1. Pengertian supervisi klinis :
Supervisi yang difokuskan pada perbaikan pengajaran dengan melalui siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk mengadakan modifikasi ynag rasional.
2. Ciri-ciri supervisi klinis :
Bimbingan supervisor kepada guru/ calon guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi
Jenis ktrampilan yang akan disupervisi diusulkan oleh guru atau calon guru yang akan disupervisi, dan disepakati melalui pengkajian bersama antara guru dan supervisor
Meskipun guru atau calon guru mempergunakan berbagai ketrampilan mengajar secara terintegrasi, sasaran supervise hanya pada beberapa ketrampilan tertentu saja
Instrumen supervise dikembangkan dan disepakati bersama antara supervisor dan guru berdasarkan kontrak
Balikan diberikan dengan segera dan secara objektif (sesuai dengan data yang direkam oleh instrument observasi)
Meskipun supervisor telah menganalisis dan menginterpretasi data yang direkam oleh instrument observasi, di dalam diskusi atau pertemuan balikan guru/calon guru diminta terlebih dulu menganalisis penampilannya
Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan dari pada memerintah atau mengarahkan
Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka
Supervisi berlangsung dalam siklus yan meliputi perencanaan, observasi, dan diskusi/ pertemuan balikan
Supervisi klinis dapat dipergunakan untuk pembentukan atau peningkatan dan perbaikan ketrampilan mengajar, di pihak lain dipakai dalam konteks pendidikan prajabatan maupun dalam jabatan.
2.Permasalahan
 1.Supervisor tergantung dengan kinerja anak buahnya untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan.

1.Pengambilan keputusan atas dasar emosi bukan atas kepentingan karena krotikannya begitu tajam sehingga guru dihadapkan pada persoalan-persoalan yang baru.
2.Sikap baru bawahan : hal tersukar untuk diterima oleh supervisor baru,adalah kenyataan bahwa mungkin mereka yang menjadi bawahannya juga mampu melaksanakan pekerjaan supervisor/supervisor kurang mengetahui pekerjaan yang di pimpinnya
3.Manajemen waktu :dalam pemberian balikan kepada guru supervisor terlambat dalm memberikan balikan sehingga kemampuan guru dalam meningkatkan kompetensinya belum tuntas.
4.Mungkin kita /supervisor disukai/di benci oleh anak buah kita dalam waktu yang bersamaan.
1. 3.Penyelesaian.
1.Penyelesaiannya adalah kita dapat melaksanakan sejumlah pekerjaan tertentu saja, dan semakin banyak pekerjaan yang kita lakukan semakin kuranglah kita melakukan tugas pengawasan. Lambat laun kita dapat mengusahakan agar pekerjaan itu kita kerjakan dengan anak buah yang telah di sediakan perusahaan. Janganlah kita berfikir bahwa anak buah kita cukup tepat, cukup terlatih tetapi masih tetap tergantung pada supervisor untuk menjaga agar pekerjaan itu di lakukan dengan orang itu, saat i9ni dan dalam keaadaan ini.  Maka karya itulah yang akan menjadi ukuran yang langsung dan penting dalam menilai kita selaku supervisor.


1.Harus selalu komunikasi dan menjadikan mereka sebagai satuan dari pencapaian tujuan , mengawasi dan mengembangkan kemampuan mereka sepenuhnya.
2.Harus mengenali kemampuan dari bawahan menggunakan batas mereka sebanyak mungkin dan menyelesaikan pekerjaan mereka sedikit demi sedikit untuk kita kerjakan.
3.Supervisor hendaknya tepat waktu dalam memberikan balikan kepada guru setelah supervisor mengamati kegiatan guru didalam kelas,sehingga guru bisa melihat hasil dari balikan dan dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengajar.
4.Supervisor harus memiliki kekuasaan,suatu yang mengatakan kepadanya apa yang harus ia kerjakan dan apa yang boleh ia kerjakan,karena itu merupakan kesenangannya.Supervisor merupakan alat untuk memperoleh kenaikan menyerahkan persoalannya diakui kemampuannya,diberi penjelasan bagaimana caranya mengerjakan suatu dengan keamanan yang nyata baginya,dengan demikian dia dapat menyukai kita atas apa yang telah ia lakukan baginya.

4.Perencanaan kegiatan supervisi membuka dan menutup pelajaran.
Pendahuluan
- Guru memberikan salam, memimpin doa dan mempresensi siswa kemudian memulai pelajaran.
- Guru bertanya tentang mata pelajaran sebelumnya
- Untuk memotivasi siswa guru memberi pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang akan dipelajari secara umum.
Kegiatan inti
- Guru menjelaskan rencana kegiatan saat itu, yaitu mendeskripsikan pajak.
- Siswa mendeskripsikan tentang pajak, fungsi utama pajak, syarat pemungutan pajak, jenis-jenis pajak dan asas pemungutan pajak.
- Guru memberikan contoh yang cukup untuk menanamkan pengertian penjelasannya.
- Siswa memberikan contog selain yang diberikan guru.
- Guru mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman siswa.
Penutup
-Guru meninjau kembali pelajaran yang baru di ajarkan
-Guru menyimpulkan materi pelajaran yang diberikan saat itu.
-Memberikan tugas siswa sebagai tugas rumah
-Guru menutup pelajaran dengan berdo’a dan diakhiri salam
Pengamatan mengajar
Supervisor mengamati guru mengajar dalam hal membuka dan menutup pelajaran
apakah kompetensi guru itu sudah sesuia dengan target.
Pertemuan balikan
Supervisor memberikan penguatan,menanyakan RPP,tingkat ketrampilan dan menunjukkan hasil observasi kepada guru dan menentukan bersama rencana mengajar yang akan datang supaya guru dalam meningkatkan kemampuan dalam membuka dan menutup pelajaran bias lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar